Untuk Millenials, Begini Tips Menabung Saham
Yuk Nabung Saham
Fahmi Abidin
Selasa, 11 Juni 2019 18:45 WIB
Program Yuk Nabung Saham (YNS) merupakan solusi bagi kalangan millenials yang tidak berkantong tebal tapi ingin memulai investasi.
Untuk Millenials, Begini Tips Menabung Saham. (Foto: Ist)

IDXChannel - Program Yuk Nabung Saham (YNS) merupakan solusi bagi kalangan millenials yang tidak berkantong tebal tapi ingin memulai investasi. Pasalnya, investasi saham kerap dikaitkan dengan dana besar dan sulit. Makanya, instrumen investasi yang satu ini masih kurang dilirik publik secara luas.

Sejak akhir 2015 BEI menggulirkan program ‘Yuk Nabung Saham’, yang dimaksudkan untuk memperkenalkan saham kepada masyarakat luas dengan menganalogikannya seperti tabungan.

Dengan program ini tidak perlu dana melimpah, cukup dengan mengalokasikan Rp100.000 per bulan, millenials sudah bisa mengoleksi saham sejumlah emitan.

Dikatakan Farah Dini Novita Perencana Keuangan Janus Financial, program YNS bisa dimanfaatkan semua kalangan untuk investasi saham. Dengan ketentuan minimal pembelian saham hanya 1 lot alias 100 lembar, millenials juga bisa memiliki saham. Cukup dengan Rp100.000 per bulan.

Farah mewanti-wanti beberapa tahapan yang tidak boleh dilewatkan sebelum menabung saham. Salah satunya adalah menyediakan dana darurat sebelum berinvestasi. Besaran dana darurat itu biasanya mencapai tiga kali pengeluaran per bulan.

Farah menyarankan untuk menunda invetasi saham terlebih dahulu jika belum menyisihkan dana darurat di rekening yang berbeda dengan rekening dana sehari-hari. Jika sudah berhasil dipenuhi, investasi saham baru boleh dilakukan.  

Investor jika ingin sukses harus memulainya dari mengubah sudut pandang. Selama ini, banyak orang yang menggunakan kata ‘main saham’. Itu menurutnya dapat menimbulkan kesan bahwa instrumen saham hanya sekadar main-main. Padahal, investor pemula harus mulai menjadikan saham sebagai investasi.

Investasi saham, apalagi bagi pemula sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan. Analis Saham Janus Financial Hendra Sihombing memberikan beberapa tipnya. 

Pada dasarnya, saham adalah instrumen investasi jangka panjang. Hal itu penting dipahami bagi investor pemula karena dalam perjalanannya, pergerakan saham akan naik turun sesuai dengan kondisi pasar. Banyak investor pemula yang terlanjur panik saat saham yang dikoleksinya turun harga.

“Idealnya investasi saham itu sampai tiga tahun,” paparnya. (*)

Baca Juga