Mudah dan Halalnya Berinvestasi di Pasar Modal Syariah
Yuk Nabung Saham
Pasar Modal Syariah BEI
Jumat, 23 November 2018 16:30 WIB
Melalui konsep Pasar Modal Syariah, BEI mampu mengedukasi masyarakat bahwa investasi di Pasar Modal tidaklah menyeramkan.
Pasar Modal Syariah. (Foto: Ist)

IDXCHANNEL- Beberapa tahun terakhir, investasi bodong melalui berbagai bentuk layanan jasa keuangan semakin marak prakteknya di Indonesia. Dari Januari hingga September 2018, tercatat 102 entitas penyelenggara investasi telah dihentikan usahanya oleh OJK karena tidak memiliki ijin dan menawarkan tingkat imbal hasil atau keuntungan yang tidak wajar kepada masyarakat.

Maraknya investasi bodong tersebut meningkatkan kekhawatiran masyarakat untuk mulai melakukan investasi khususnya di Pasar Modal. Selain itu, beberapa hal yang menjadi penyebab kekhawatiran masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal adalah kurangnnya tingkat pemahaman terhadap Pasar Modal, anggapan bahwa berinvestasi membutuhkan dana yang besar, berinvestasi saham di Pasar Modal hukumnya haram dan beberapa alasan lainnya.

Dalam menjawab permasalahan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) selama enam tahun terakhir sebenarnya telah mengembangkan sebuah segmen yang dapat lebih meyakinkan masyarakat untuk menepis anggapan-anggapan negatif dalam berinvestasi di Pasar Modal. Melalui konsep Pasar Modal Syariah, BEI mampu mengedukasi masyarakat bahwa investasi di Pasar Modal tidaklah menyeramkan melainkan dengan ber-Investasi di Pasar Modal Syariah itu sangatlah “MUDAH, TERJANGKAU, DAN SYARIAH”. Apakah maksud yang terkandung dalam jargon BEI tersebut?

MUDAH
Dengan berinvestasi di Pasar Modal Syariah, masyarakat saat ini dimudahkan untuk membuka rekening saham dengan akun syariah di 13 Perusahaan Efek Anggota BEI yang telah mengembangkan layanan Shariah Online Trading System (AB-SOTS), diantaranya:
1. Indo Premier Sekuritas

2. Mirae Asset Sekuritas Indonesia

3. BNI Sekuritas

4. Mandiri Sekuritas

5. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk.

6. Panin Sekuritas, Tbk.

7. Phintraco Sekuritas

8. Sucor Sekuritas

9. FAC Sekuritas Indonesia

10. MNC Sekuritas

11. Henan Putihrai Sekuritas

12. Phillip Sekuritas Indonesia

13. RHB Sekuritas

Pembukaan rekening saham dengan akun syariah dapat dilakukan di kantor perusahaan efek dan juga online melalui website masing-masing perusahaan efek AB-SOTS tersebut. Dengan berinvestasi melalui layanan SOTS, para investor dapat dengan mudah berinvestasi khusus pada saham-saham syariah, karena dalam sistem tersebut saham non-syariah telah diblokir secara otomatis oleh sistem. Tidak hanya itu, investor yang belum/kurang memahami kaidah syariah dapat dengan mudah terhindar dari jenis transaksi yang dilarang syariah seperti margin trading dan short selling. SOTS telah tersedia pada aplikasi desktop dan smartphone untuk kemudahan para Investor sehingga Investor dapat melihat dan memantau portfolio secara real-time.

TERJANGKAU

Lima tahun kebelakang dana minimal yang harus disiapkan calon investor untuk membuka rekening saham mencapai puluhan juta Rupiah. Namun saat ini, cukup hanya dengan menyetorkan deposit awal senilai Rp 100,000,- calon investor sudah dapat membuka rekening saham. Dengan uang Investasi senilai Rp 100,000,- investor dapat memulai melakukan transaksi saham Syariah. Harga saham minimal di Bursa Efek Indonesia adalah Rp 50,-/lembar maka dengan minimal pembelian saham 1 lot (100 lembar), modal yang diperlukan untuk membeli saham sebuah perusahaan adalah hanya Rp 5000,-.

Dengan berinvestasi di Pasar Modal Syariah melalui SOTS, dana deposit awal senilai Rp100,000,- maupun dana investasi lanjutan dari para investor akan langsung disetorkan oleh Perusahaan Efek penyedia jasa SOTS ke Rekening Dana Nasabah (RDN) di Bank Syariah yang ditunjuk oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai administrator RDN. RDN tersebut akan terdaftar atas nama investor sendiri dan akan langsung terkoneksi dengan Sub-Rekening Efek (SRE) di KSEI. Saat ini, ada 4 Bank Syariah yang telah bekerja sama dengan KSEI untuk menjadi administrasi RDN yaitu:

Bank Mandiri Syariah
Bank BCA Syariah
Bank CIMB Niaga Syariah
Bank Permata Syariah

SYARIAH

Ke-halalan berinvestasi di Pasar Modal memang merupakan bahasan yang selalu hangat untuk didiskusikan baik oleh masyarakat umum maupun kalangan akademisi. Dalam Pasar Modal Syariah, kaidah investasi yang dianggap sesuai syariah memang tidak bisa terlepas dari 2 hal yaitu barang/produk dan cara transaksinya harus sesuai syariah. Dari kedua aspek tersebut, Pasar Modal Syariah Indonesia telah memiliki landasan hukum yang jelas dalam bentuk Fatwa maupun Peraturan OJK.

Berdasarkan jenis akadnya, saham pada dasarnya sudah sesuai syariah karena mencerminkan suatu bentuk kerjasama (Syirkah Al-Musahamah). Namun jika ditinjau lebih lanjut dari sisi bisnisnya tidak semua saham termasuk saham syariah. Sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 40 Tahun 2003, ada beberapa jenis kegiatan usaha yang tidak masuk ke dalam kategori saham Syariah dikarenakan bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal, diantaranya adalah:
perjudian dan permainan yang tergolong judi
jasa keuangan konvensional (ribawi)
makanan dan minuman yang haram
penyedia barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat melakukan investasi pada Emiten (perusahaan) yang pada saat transaksi tingkat (nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya

Untuk saham-saham yang sesuai syariah, pemilihannya diseleksi langsung oleh OJK dan melibatkan DSN-MUI, dan diterbitkan dalam sebuah Daftar Efek Syariah (DES) setiap 6 bulan sekali yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya. Suatu saham akan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) jika kegiatan dan jenis usaha, serta cara pengelolaan usaha dari Pihak yang menerbitkan saham tidak bertentangan dengan prinsip Syariah di Pasar Modal.

Berdasarkan cara transaksinya, terjadi kesalahpahaman di masyarakat bahwa transaksi saham itu tidak sesuai dengan prinsip Syariah dan termasuk judi. Namun, pada faktanya transaksi saham tidak berbeda dengan transaksi jual beli biasa dan berbeda dengan konsep judi. Transaksi saham di pasar sekunder menggunakan akad tawar menawar secara berkelanjutan (Bai’Al musawamah). Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) juga telah menerbitkan Fatwa nomor 80 tahun 2011 tentang “Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Di Pasar Reguler Bursa Efek”. Fatwa ini dibuat untuk meyakinkan masyarakat dan investor bahwa mekanisme perdagangan saham Syariah di BEI telah sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah. Fatwa ini selanjutnya dijadikan acuan dalam pengembangan layanan Shariah Online Trading System (SOTS).

Baca Juga