Lupakan Setelah Membeli, Ini Tips Memilih Saham Bagi Investor Pemula
Yuk Nabung Saham
Fahmi Abidin
Selasa, 11 Juni 2019 18:45 WIB
Membeli dan memilih saham yang baik bagi investor pemula tidak semudah membaca buku, misalnya setelah membeli saham adalah melupakannya. Maksudnya?
Lupakan Setelah Membeli, Ini Tips Memilih Saham Bagi Investor Pemula. (Foto; Ist)

IDXChannel – Membeli dan memilih saham yang baik bagi investor pemula tidak semudah membaca buku, oleh karena itu, dikatakan Analis Saham Janus Financial Hendra Sihombing ada berbagai saran yang bisa dilakukan para pemula agar tidak takut untuk memulai berinvestasi di pasar modal.

Hendra menyarankan investor ritel yang ingin mengoleksi saham agar tidak terlalu memikirkan koleksinya. Apalagi jika investasinya dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Beli lalu lupakan. Begitu Hendra memberikan kiatnya.

Lantas, emiten seperti apa yang bisa dikoleksi oleh investor pemula? Pertanyaan seperti itu tentu banyak mengemuka. Hendra menjelaskan saat ini, investor sebenarnya tidak perlu terlalu memusingkan hal tersebut. Pasalnya, saat kita membuka akun saham di perusahaan sekuritas, mereka biasanya rutin memberikan hasil riset emiten-emiten tertentu.

“Kini investor tidak perlu lagi menghabiskan waktu mempelajari laporan keuangan emiten yang menjelimet. Cukup dengan membaca ringkasan riset yang diberikan perusahaan sekuritas, investor bisa menentukan saham perusahaan apa yang ingin dikoleksi.”

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain soal kinerja yang mencakup pendapatan, laba, modal, dan rasio utang terhadap modal.

Selain itu, pemilihan saham emiten juga harus disesuaikan dengan nilai investasi. Dengan besaran investasi yang terbatas, kemungkinan untuk mengoleksi saham-saham blue chip tentu sangat kecil.

Namun, tidak sedikit pula emiten kelas menengah yang harga sahamnya masih terjangkau. Emiten-emiten jenis inilah yang bisa menjadi pertimbangan.

Bagi investor pemula, Hendra juga menyarankan untuk sebisa mungkin menghindari trading saham. Artinya, investor pemula harus menahan diri untuk memperjual belikan sahamnya. Tahapan trading bisa saja dilakukan jika investor sudah betul-betul memahami seluk beluk dunia saham. (*)

Baca Juga