Investasi Saham Dianggap Haram? Yuk Kenalan Dulu
Yuk Nabung Saham
Fahmi Abidin
Kamis, 09 Mei 2019 15:00 WIB
Benarkah investasi saham itu haram? Pertanyaan tersebut biasanya muncul dari kalangan mahasiswa yang baru belajar atau sebagian orang yang belum paham investasi
Investasi Saham Dianggap Haram? Yuk Kenalan Dulu. (Foto: Ist)

IDXChannel – Benarkah investasi saham itu haram? Pertanyaan tersebut biasanya muncul dari kalangan mahasiswa yang baru belajar atau sebagian orang yang belum paham dunia investasi.

Saat ini tercatat sudah ada saham syariah yang merupakan salah satu produk Pasar Modal Syariah. Pasar Modal Syariah adalah seluruh kegiatan di pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan diawasi oleh OJK.

Lembaga yang mengatur tentang penerapan prinsip syariah di pasar modal Indonesia adalah Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam bentuk penerbitan fatwa. Fatwa DSN-MUI pertama tentang pasar modal syariah diterbitkan pada tahun 2001 yaitu fatwa No. 20 tentang penerbitan reksa dana syariah. Pada tahun 2003, DSN-MUI menerbitkan fatwa No. 40 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.

Pada tahun 2011, DSN-MUI menerbitkan fatwa No. 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek. Berdasarkan fatwa tersebut, investasi saham di BEI dianggap sesuai syariah apabila hanya melakukan jual-beli saham syariah dan tidak melakukan transaksi yang dilarang secara syariah.

Untuk mempermudah investor yang ingin melakukan transaksi saham secara syariah, saat ini sudah terdapat Shariah Online Trading System (SOTS) dan terdapat 13 Perusahaan Sekuritas yang sudah memiliki SOTS.

Melirik dari sejarahnya pada medio 2000, PT Bursa Efek Indonesia dan PT Danareksa Invesment Management membentuk Jakarta Islamic Index (JII). Setiap periodenya, ada 30 saham yang masuk dalam daftar indeks ini.

Saat pertama kali dibuka, kapitalisasi pasar JII hanya Rp74,26 triliun. Sampai September tahun ini, nilai kapitalisasi pasarnya sudah mencapai Rp2.215 triliun. Semakin besar kapitalisasi pasar menunjukkan semakin banyak jumlah investor yang membeli saham syariah.

Selain JII, Indonesia juga punya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Berbeda dengan JII yang hanya terbatas pada 30 emiten syariah, ISSI berisi seluruh perusahaan yang terdaftar di bursa dan memenuhi kriteria syariah.

Saat pertama kali dibuka pada tahun 2011, kapitalisasi pasar ISSI berada di angka Rp1.968 triliun. Untuk periode Desember 2016 hingga Mei 2017, ada 331 emiten yang lolos kriteria saham syariah. Penentuan masuk tidaknya emiten dalam daftar ini ada di tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (*)

Baca Juga