Ini 5 Ciri Saham yang Sering Membagikan Dividen
Yuk Nabung Saham
Fahmi Abidin
Selasa, 19 Maret 2019 19:00 WIB
Berikut adalah lima ciri saham yang sering membagikan dividen besar.
Ini 5 Ciri Saham yang Sering Membagikan Dividen. (Foto: IDXChannel)

IDXChannel – Siapa bilang investasi saham membuat kita pusing atau justru merugi? Nyatanya banyak cara dan strategi untuk melakukannya mulai dari trading jangka pendek hingga yang hanya mengandalkan dividen.

Secara definisi, investasi saham dengan tujuan memperoleh dividen disebut dengan income investing. Dividen sendiri adalah imbal hasil yang tidak digunakan untuk ekspansi, namun dibagikan perusahaan kepada para pemegang saham.

Namun risiko dalam income investing masih tetap ada, namun lebih rendah dibandingkan jenis strategi lain. Hal ini karena sejumlah saham yang rajin bagi dividen umumnya lebih stabil dan tidak terlalu fluktuatif. Lalu apa saja ciri saham yang sering membagikan dividen besar?

  1. Mapan dan Konservatif. Emiten yang rajin bagi dividen umumnya adalah perusahaan yang konservatif dan sudah mapan (bukan growing). Pasalnya, perusahaan yang masuk kategori ini tidak banyak melakukan ekspansi, sehingga profit dapat dikembalikan ke pemegang saham.

 

  1. Konsisten. Pilihlah perusahaan yang konsisten bagi dividen setidaknya selama 5-25 tahun terakhir berturut-turut. Sebaiknya deviden yang dibayarkan juga bertumbuh setiap tahun. Cari yang rata-rata pertumbuhan dividennya cukup besar diatas 10 persen

 

  1. Dividen Yield. Pilih saham dengan rata-rata deviden yield terbesar. Sebagai gambaran, dividen yield bisa diartikan dengan dividen per lembar saham. Semakin besar deviden yield berarti semakin besar rewards yang diperoleh investor. Sebaiknya, pilih saham dengan deviden yield lebih besar dari 3 persen

 

  1. Pertumbuhan Pendapatan. Cari saham yang memiliki pertumbuhan pendapatan cukup signifikan. Untuk melihat pertumbuhan pendapatan, cek pertumbuhan laba per saham (earning per share/EPS). Cari saham yang rata-rata pertumbuhan EPS-nya lebih dari 10 persen. Jika perusahaan memiliki EPS selalu tumbuh dalam 5 tahun terakhir, atau 3-4 kuartal terakhir, menunjukkan pertumbuhan pendapatan perusahaan.

 

  1. Volatilitas Rendah. Pilih saham yang memiliki volatilitas rendah. Hindari saham yang bergerak liar, karena Anda akan menyimpan dalam waktu lama. Saham pilihan untuk income investing sebaiknya stabil, perlahan namun pasti. Berbeda dengan trader yang memang membutuhkan fluktuasi untuk mencapai capital gain-nya.Kadang saham income investing bisa cenderung lelet.

 

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya oleh IDX Channel, banyak perusahaan bisa dijadikan kandidat income investing mulai dari perusahaan berplat merah hingga swasta lain. Nah, sobat investor, apakah punya saran lain terkait dengan strategi lain dalam berinvestasi terutama saham?

Baca Juga