Bingung Caranya Membeli Saham Perdana bagi Investor? Simak Tipsnya
Yuk Nabung Saham
Fahmi Abidin
Rabu, 17 Oktober 2018 16:45 WIB
Informasi dalam prospektus inilah yang dapat dijadikan dasar untuk investor atau masyarakat (calon investor) dalam membeli saham perusahaan.
IPO salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia

IDXChannel - Salah satu persyaratan utama perusahaan menjual saham kepada publik adalah menerbitkan prospektus. Prospektus adalah informasi berupa dokumen yang berisi berbagai informasi mengenai perusahaan dan saham yang ditawarkan melalui mekanisme initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana di pasar modal. Prospektus harus dipublikasi di media massa nasional agar menjadi informasi publik.

Informasi dalam prospektus inilah yang dapat dijadikan dasar untuk investor atau masyarakat (calon investor) dalam membeli saham perusahaan. Yang terutama perlu dicermati adalah informasi mengenai keadaan dan kondisi keuangan perusahaan yang akan melakukan penawaran umum. Sebelum melakukan investasi saham sebaiknya para investor melihat bagaimana keadaan perusahaan atau emiten tersebut. Jika keadaan perusahaan tersebut baik dan memiliki prospek yang baik bagi investasi, maka bisa memilih perusahaan tersebut dan berinvestasi dengan cara membeli saham perusahaan di pasar perdana.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan prospektus memuat fakta dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Penawaran Umum emiten. Bahasa yang digunakan harus jelas dan komunikatif sehingga mudah dipahami. Fakta dan pertimbangan harus disertakan di bagian awal prospektus.

Perusahaan atau Emiten, ‏Penjamin Pelaksanaan Emisi, Lembaga Penunjang serta Profesi Penunjang Pasar Modal bertugas dan bertanggung jawab untuk menentukan dan mengungkapkan fakta dengan jelas dan mudah dipahami.

Ada beberapa bagian dalam prospektus penawaran saham. Pertama, informasi mengenai jumlah saham yang ditawarkan oleh emiten tersebut. Jumlah saham yang ditawarkan emiten kepada masyarakat menggambarkan berapa besar bagian dari modal yang disetor yang akan dimiliki oleh publik atau masyarakat umum. Biasanya, informasi mengenai jumlah saham yang ditawarkan ini terdapat pada bagian tengah dari halaman muka prospektus perusahaan.

 

Kedua, nilai nominal serta harga penawaran yang ditetapkan. Nilai nominal saham ialah nilai yang tercantum pada surat saham yang akan disertakan pada setiap saham yang diterbitkan oleh perusahaan atau emiten. Nilai nominal saham berbeda dengan harga saham karena harga saham bukanlah nilai nominal yang terdapat pada surat saham. Harga saham sama dengan harga penawaran. Biasanya informasi mengenai nilai nominal dan harga penawaran setiap saham tercantum pada bagian tengah dari halaman muka prospektus saham, sama dengan letak informasi mengenai jumlah saham yang di tawarkan.

 

Ketiga, bidang usaha yang di jalankan emiten atau perusahaan. Informasi ini biasanya terletak pada bagian tengah dari halaman muka prospektus perusahaan. Dalam prospektus perusahaan juga terdapat riwayat singkat perusahaan. Informasi ini biasanya terdapat pada bagian prospektus saham bagian Keterangan Tentang Perseroan dan Anak Perusahaan.

 

Keempat, tujuan go public (rencana penggunaan dana). Informasi ini biasanya dibuat secara tersendiri dan berisi tentang rencana kegiatan- kegiatan yang akan di lakukan oleh emiten atau perusahaan dalam rangka IPO (initial public offering/penawaran saham perdana).

 

Keempat, prospek perusahaan di masa yang akan datang. Kegiatan dan prospek usaha ini biasanya dibuat dalam bagian tersendiri yang terdiri dari aspek produksi, penjualan, pemasaran dan distribusi dari produk maupun jasa yang dihasilkan, strategi usaha, kompetisi dan persaingan, prospek usaha, serta penelitian dan pengembangan yang dilakukan.

 

Kelima, kebijakan dividen. Ini memberikan informasi keuntungan yang akan diperoleh investor setelah memiliki saham perusahaan. Biasanya disampaikan informasi mengenai bagaimana cara membagikan dividen dan jumlah presentasi dividen tunai yang direncanakan. Keenam, kinerja keuangan perusahaan yang umumnya dipaparkan selama lima tahun terakhir. Tren keuangan perusahaan bisa menjadi dasar analisa bagaimana bisnis perusahaan dikelola dan prospeknya di masa depan.

 

Ketujuh, informasi mengenai agen-agen penjual. Agen penjual saham perusahaan adalah perusahaan efek yang ditunjuk oleh penjamin emisi untuk bertindak sebagai agen penjual dalam menawarkan saham. Informasi tersebut biasanya terdapat pada bagian akhir prospektus. Perhatikan pula waktu penawaran saham, pengembalian dana apabila ada kelebihan permintaan, dan tanggal pencatatan saham yang tercantum di bagian awal prospektus.

Baca Juga