Bingung Bedakan Sukuk BI dengan Sukuk Pemerintah? Ini Caranya
Yuk Nabung Saham
Fahmi Abidin
Kamis, 13 Desember 2018 16:00 WIB
Sukuk yang dikeluarkan Bank Sentral ini berbeda dari sukuk yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ini cara membedakannya.
Bingung Bedakan Sukuk BI dengan Sukuk Pemerintah? Ini Caranya. (Foto: Ist)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan instrumen baru untuk memperdalam pasar keuangan, yakni Sukuk Bank Indonesia. Tentu saja Sukuk yang dikeluarkan Bank Sentral ini berbeda dari sukuk yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dikatakan Kepala Departemen Ekonomi Syariah BI Anwar Bashori, sukuk yang diterbitkan Kemenkeu memiliki tenor yang panjang, ketimbang sukuk BI yang hanya bertenor 2 minggu, 1 bulan dan 3 bulan.

“Kalau namanya sukuk yang dikeluarkan Bu Sri Mulyani itu untuk pembiayaan pembangunan dan jangka panjang yakni 3 tahun, 5 tahun atau lebih,” kata Anwar di Surabaya.

Di sisi lain, Sukuk BI diterbitkan bukan untuk kebutuhan pembiayaan pembangunan seperti yang dilakukan pemerintah, melainkan untuk memperdalam pasar keuangan. Maka diyakini, dengan adanya Sukuk BI yang bertenor pendek ini akan membantu likuiditas bank syariah.

“Bank itu pasti ada kondisi likuditas jangka pendek. Tugas BI menerbitkan instrumen untuk pendalaman pasar modal jangka pendek, agar likduitas perbankan semakin likuid,” tegas Anwar.

Ia juga menyatakan, bahwa Sukuk BI dapat diperjualkan kepada antar bank syariah maupun bank umum di pasar sekunder. Sehingga, saat bank syariah membutuhkan likuditas sebelum jatuh tempo maka dapat melakukan penjualan pada bank umum.

Meski demikian, sukuk terbitan BI ini tak bisa dibeli oleh individu atau secara ritel. Dia menjelaskan, sukuk BI memang bukan untuk menyaingi sukuk terbitan Kemenkeu yang memang menerbitkan instrumen sukuk ritel (sukri).

"Kalau untuk individu mohon maaf tidak bisa. Karena tujuannya bukan saingan dengan Kemenkeu, tapi memang hanya untuk transaksi, untuk kebutuhan likuditas perbankan. Sukuk BI hanya untuk jaga likuditas, bagian dari instrumen moneter BI untuk kontraksi dan ekspansi, juga pendalaman pasar," imbuhnya.

Sekadar diketahui, instrumen sukuk tersebut akan melengkapi instrumen moneter syariah BI yang ada saat ini seperti Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Fasilitas Bank Indonesia Syariah (FASBIS), reverse repo syariah, dan repo SBSN.

Penerbitan sukuk oleh bank sentral juga sudah lebih dahulu dilakukan Bank Negara Malaysia, Central Bank of Bahrain dan Central Bank of Jordan. (*)

Baca Juga