The Founder: Irwan Hidayat, Membangun Bisnis dengan Hati (Part 2)
The Founder
Fahmi Abidin
Senin, 15 Oktober 2018 05:30 WIB
"Saya tak mau membiarkannya pensiun, dengan membuatnya tinggal di rumah, kondisinya semakin parah."
Irwan Hidayat

IDXCHANNEL– Tidak banyak pengusaha yang konsisten melakukan aksi corporate social responsibility (CSR) seperti yang dikerjakan Irwan Hidayat seperti menyelenggarakan program mudik gratis selama lebih dari 26 tahun. Tak hanya itu saja, dalam mengelola bisnisnya, ia juga tidak segan tetap mempekerjakan pegawai di atas usia 60 tahun. Menurutnya, ia lakukan itu demi bisnis yang dijalankan dengan hati.   

"Saya tak mau membiarkannya pensiun, dengan membuatnya tinggal di rumah, kondisinya semakin parah," kata Irwan kepada Sugiarto, pegawainya yang berusia 70 tahun seperti dikutip dari Okezone.

Tidak hanya rajin menggelar mudik gratis bagi pegawai dan masyarakat terutama pedagang jamu, kedermawanan Irwan juga terlihat dari caranya menyukseskan program CSR tersebut. Dalam laporan Forbes, fakta kedermawanan Irwan terlihat dari kesediaannya menyumbang sekitar US$ 280 ribu atau setara Rp2,66 miliar setiap tahun demi sebuah program pulang kampung gratis bagi para pekerja berpenghasilan rendah di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Tercatat, program mudik gratis yang dilakukannya sudah dimulai sejak puluhan tahun lalu ini sudah memulangkan sekitar 190 ribu orang ke kampung halamannya masing-masing, dengan menyewa 300 bus setiap tahun guna menyukseskan program ini.

Tak hanya itu, sejak 2010, Irwan telah menghabiskan uang senilai US$2,5 juta untuk membayar operasi mata gratis bagi 12 ribu penderita katarak. Program ini hasil dilakukan lewat kerjasama dengan 97 rumah sakit swasta dan 100 rumah sakit militer di seluruh tanah air.

Aksi corporate social responsibility yang dilakukan Irwan tidak hanya menyentuh soal pemberian bantuan. Dari sisi bisnis, dirinya juga ikut memberikan added value bagi para petani yang memasok bahan baku untuk produksi pabriknya.

Pabrik PT Sidomuncul bukan hanya menghidupi ribuan pegawai pabriknya, melainkan ikut membantu para petani yang tergabung dalam 100 kelompok tani.

Tak hanya itu, pabrik yang terletak di wilayah Semarang ini sering menjadi tempat observasi maupun study tour baik siswa lokal dan luar negeri. Sedikitnya hampir 8.000 pengunjung dalam sebulan mendatangi dan secara langsung mengamati proses pembuatan jamu Sidomuncul.

Irwan pun dengan tegas menyebut bahwa selama ia masih sanggup untuk melakukan bisnis dengan memberikan sebanyak mungkin manfaat untuk orang lain maka ia akan tetap melakukannya selama mungkin.

Baca Juga