Lion Air Milik Rusdi Kirana yang Dibenci Tapi Diminati, Pelopor Penerbangan Murah
The Founder
Fahmi Abidin
Selasa, 11 Juni 2019 15:30 WIB
Siapa tak kenal Lion Air,  pelopor penerbangan murah di Indonesia yang selalu penuh kontroversi baik dari sisi pelayanan hingga soal harga tiket.
Lion Air Milik Rusdi Kirana yang Dibenci Tapi Diminati, Pelopor Penerbangan Murah. (Foto: Ist)

IDXChannel – Siapa tak kenal Lion Air,  pelopor penerbangan murah di Indonesia yang selalu penuh kontroversi baik dari sisi pelayanan hingga soal harga tiket.

Pada masa Orde Baru dunia penerbangan di Indonesia dianggap elitis, alias hanya orang-orang bercuan yang bisa menjangkaunya. Namun, pada akhirnya persepsi itu perlahan-lahan terkikis semenjak Lion Air didirikan oleh Rusdi Kirana.

Rusdi Kirana, begitu juga Kusnan kakaknya hanyalah anak biasa dari keluarga sederhana. Semasa kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila, Rusdi muda biasa mencari uang saku tambahan dengan menjadi calo tiket pesawat di Bandara Cengkareng. Pada waktu itu, mungkin ia sendiri tak terpikir kelak akan menjadi pengusaha dan mendirikan maskapai penerbangan.

Berbekal gelar sarjana ekonomi dan uang tabungan hasil nyalo tiket, Rusdi yang mulai mengerti wawasan dunia transportasi udara, mengajak abang Kusnan mendirikan biro perjalanan. Karena keduanya berzodiak Leo, biro perjalanan itu pun diberi nama "Lion Tour".

Setelah 13 tahun malang melintang mengelola Lion Tour, Rusdi mulai merasa jenuh. Berkecimpung di dunia layanan transportasi membuatnya mafhum, perjalanan udara bukanlah pilihan bagi kebanyakan orang pada masa itu. Ia pun bercita-cita agar naik pesawat bukan lagi kemustahilan, dan harga tiket pesawat terjangkau bagi orang Indonesia.

Pasca rezim Soeharto tumbang, mengurus izin penerbangan dirasa lebih mudah. Kirana bersaudara bertekad .menjadikan biro perjalanan mereka maskapai penerbangan murah sesuai yang diimpikan. Pada tanggal 15 November 1999, Lion Air resmi didirikan oleh Rusdi dan Kusnan Kirana.

Membeli pesawat bukanlah pilihan bagi mereka, mengingat modal yang terbatas. Biaya pengadaan dan perawatan yang relatif lebih murah tentu menjadi keuntungan tersendiri menyewa pesawat.

Rute Jakarta-Pontianak menjadi penerbangan pertamanya Lion Air, pada 30 Juni 2000. Tahun berlalu, Lion Air kini berevolusi menjadi Lion Grup dengan nama perusahaan PT Lion Mentari Airlines dan memiliki beberapa anak maskapai.

Sekarang, Lion Air telah menasbihkan diri sebagai ‘penguasa’ maskapai penerbangan berbiaya rendah (Low Cost Carrier) dengan jargon “We Make People Fly” sesuai cita-cita Rusdi muda.

Setelah sukses membesarkan Lion Air, pria asal Cirebon yang memiliki 100% saham Lion Grup ini pun mulai merambah bidang lain. Saat ini Rusdi Kirana menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, setelah sebelumnya menjadi anggota dewan pertimbangan presiden dan aktif berkiprah bersama Partai Kebangkitan Bangsa. (*)

Baca Juga