Kilau Eka Tijpta yang Kuasai Pasar Minyak Goreng Indonesia
The Founder
Fahmi Abidin
Selasa, 11 Juni 2019 18:15 WIB
Tak banyak yang tahu bahwa Eka Tjipta Widjaja adalah yang merintis Bimoli, merek minyak goreng yang pernah menguasai 60% market share di Indonesia.
Kilau Eka Tijpta yang Kuasai Pasar Minyak Goreng Indonesia. (Foto: Ist)

IDXChannel - Eka Tjipta Widjaja identik dengan grup Sinar Mas, tapi tak banyak yang tahu bahwa ia adalah yang merintis Bimoli, merek minyak goreng yang pernah menguasai 60% market share di Indonesia.

Lahir dengan nama Oei Ek Tjong, ia dibawa orangtuanya menyeberangi lautan dari tanah kelahirannya, ketika berusia sembilan tahun. Dari Quangzhou, China, keluarga itu bertolak mengadu untung di Makassar. Ayahnya lantas membuka toko kelontong dan dibantu Ek Tjong yang menawarkan barang dari pintu ke pintu.

Pada 1938, saat Ek berusia 15 tahun ia mulai berbisnis menjual biskuit. Usahanya berhasil, dan mendapat perhatian dari importir asal Belanda. Naas, Jepang datang ke Makassar dan merampas bisnis yang dirintis Ek.

Di zaman pendudukan,ia mengikuti jejak ayahnya berdagang kelontong, juga memelihara babi. Setelah Jepang akhirnya kalah, babi-babi itu dijualnya untuk modal mendirikan sebuah pabrik roti, sirup, limun dan biskuit.

Sempat jadi pemasok kebutuhan TNI di Indonesia Timur pada 1950-an, ia terpaksa pindah ke Surabaya pada 1957. Pemerintah saat itu sempat menerapkan Program Benteng yang merugikan pedagang non Melayu. Setelah berjibaku di Surabaya, Ek pindah ke Jakarta pada 1966.

Ek Tjong yang kemudian dikenal dengan nama Eka Tjipta Widjaja mendirikan CV Sinar Mas di Pasar Pagi, Jakarta. Usaha awal CV Sinar Mas pada 1960-an adalah ekspor barang dan impor tekstil. Tak hanya itu ia membangun pengilangan minyak kelapa CV Bitung Manado Oil pada 1968 karena melihat potensi dan permintaan pasar.

Lebih fokus berbisnis minyak, setelah satu sampai dua tahun setelah pabrik itu didirikan, produk minyak gorengnya pun masuk pasar. Merek minyak itu adalah Bimoli dan sempat menguasai pasaran minyak goreng hingga 60%. Bimoli pun menjadi salah satu ‘ikon’ Orde Baru dan membuat Eka Tjipta dijuluki Raja Minyak Goreng Indonesia.

Pada 1983, Eka beraliansi dengan Liem Sioe Liong. Perusahaan patungan mereka adaah PT Sinar Mas Inti Perkasa. Mereka memperkuat Bimoli bersama. Sementara Bimoli berjaya, Eka pun fokus merambah bisnis lain. Pada 1990, kongsi antara Liem dengan Eka berakhir. Bimoli dan Simas Margarine masih dalam genggaman Liem, lepas dari Eka yang merintisnya. Namun, momen inilah yang akhirnya menjadi awal kejayaan Sinar Mas.

Tak berapa lama, Sinar Mas Agro milik Eka mengeluarkan produk minyak goreng Filma yang sukses menjadi rival abadi Bimoli. Sinar Mas Eka pun bahkan merambah menguasai perusahaan makanan terbesar di Singapura, Asia Food & Properties. Setidaknya Eka Tjipta dikenal sebagai pemilik pabrik kertas Tjiwi Kimia, pabrik margarin PT Smart, Bank Internasional Indonesia (BII), perkebunan, hotel juga peternakan babi yang diekspor ke Singapura. 

Merek dagang Bimoli dan Filma masih bertahan hingga saat ini. Keduanya merupakan produk yang dirintis Eka Tjipta Widjaja dan menjadikannya Raja Minyak Goreng Indonesia. (*)

 

Baca Juga