John Riady, Pewaris Takhta Lippo Pernah Magang di McDonald
The Founder
Fahmi Abidin
Rabu, 13 Maret 2019 19:00 WIB
John Riady, setelah resmi menjadi Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), ia memiliki tugas banyak untuk rekapitalisasi perusahaan.
John Riady, Pewaris Takhta Lippo Pernah Magang di McDonald. (Foto: Reuters)

IDXChannel – John Riady, nama yang cukup familiar di kalangan bisnis saat ini, setelah resmi menjadi Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), ia memiliki segudang tugas untuk merekapitalisasi perusahaan yang dipimpinnya.

Melirik dari silsilah keluarga, John Riady adalah cucu pengusaha Mochtar Riady dan merupakan anak dari James Riady. Melirik lebih jauh, kekayaan kakeknya mencapai 2,7 miliar USD, sehingga Mochtar Riady pun dinobatkan sebagai orang terkaya ke 9 di Indonesia.

Namun, lahir dari keluarga pengusaha kawakan yang menguasai gurita bisnis Lippo Group tak membuat John besar kepala. Sejak remaja ia sudah merasakan kerja keras di berbagai level pekerjaan untuk menempa diri menjadi seseorang yang lebih baik dari sisi sosial maupun kemampuan.

Selain keturunan dari klan Lippo, gelar profesor hukum dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Indonesia pun menunjukkan bahwa John Riady bukan sosok orang sembarangan. Sebelum menjadi seorang direktur, John Riady pernah bekerja sebagai editor di media nasional berbahasa Inggris, Jakarta Globe.

Tak hanya itu, John Riady juga mengaku bahwa sejak kecil dirinya telah diarahkan untuk bekerja keras termasuk mengisi liburan sekolah dengan bekerja magang di sejumlah perusahaan, salah satunya bekerja di restoran cepat saji McDonalds pada 1999.

Kini dirinya diberi tanggung jawab besar untuk melakukan revitalisasi bisnis perusahaan-perusahaan milik Lippo termasuk LPKR. “Saya melihat peluang yang besar untuk membangun salah satu pengembang real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia, untuk mendorong keunggulan operasional, fokus, dan pendekatan yang lebih disiplin dalam alokasi modal,” kata John Riady dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (12/3).

Lanjut John, dirinya berharap dapat bekerja sama dengan Dewan Komisaris dan tim manajemen LPKR yang baru untuk memberikan nilai yang lebih besar kepada para pemegang saham.

Tak hanya itu saja, ungkap John, sejalan dengan komitmen perseroan maka LPKR  telah mengidentifikasi tiga kompetensi inti sebagai fokus bisnis ke depan – perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls dan layanan kesehatan. (*)

Baca Juga