Berawal Jualan Biskuit, Ini Gurita Bisnis Eka Tjipta hingga Masuk Lantai Bursa
The Founder
Fahmi Abidin
Senin, 28 Januari 2019 19:15 WIB
Pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada Sabtu (26/1), inilah gurita bisnis sepeninggal orang terkaya ke-3 di Indonesia ini.
Berawal Jualan Biskuit, Ini Gurita Bisnis Eka Tjipta hingga Masuk Lantai Bursa. (Foto: Ist)

IDXChannel - Pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada Sabtu (26/1). Orang terkaya ketiga di Indonesia ini tercatat memiliki harta USD8,6 miliar atau sekitar Rp120,4 triliun (kurs Rp14.000 USD). Beragam perusahaan dimilikinya dan banyak yang berada di lantai bursa.

Beragam bisnis telah digeluti pria ini, mulai dari berjualan biskuit hingga permen dengan mengendarai sepeda ke penjuru kota Makassar. Tak disangka, berkat ketekunannya, Eka Tjipta meraih kesuksesan. Meski hanya lulusan sekolah dasar, baginya tak ada harapan dan cita-cita yang terlalu tinggi.

Gurita bisnis Eka Tjipta seperti dikutip Okezone, tersebar diberbagai sektor, tercatat ia memiliki total kekayaan hingga miliaran Dolar Amerika berkat ketekunannya menggarap lebih dari 50 proyek properti.

Mulai dari perumahan, hotel, kompleks kawasan industri, lapangan golf, pusat perbelanjaan dan masih banyak lagi yang lain. Salah satu divisi operasionalisasi bisnis yang terkenal dari Sinar Mas Group adalah Asia Pulp & Paper (APP). Perusahaan yang berpusat di Riau itu menaungi perusahaan-perusahaan penghasil bubur kertas dan kertas Sinar Mas.

APP yang beroperasi di seluruh Indonesia itu merupakan salah satu penghasil pulp dan kertas terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi sekitar 12 juta ton per tahun.  “Di sektor agrobisnis, Sinar Mas mengembangkan perusahaan oleokimia di Riau dengan menggandeng mitra perusahaan Spanyol, Cepsa,” tulis Forbes pada Desember tahun lalu.

Sektor agrobisnis ini kini dijalankan oleh salah satu putranya, Franky Oesman Widjaya, melalui bendera Golden Agri-Resources (GAR) Ltd. Forbes mencatat, pada 2018 GAR memiliki kapitalisasi pasar USD3,3 miliar.

Perusahaan yang didirikan pada 1996 itu memiliki 170.700 pekerja dengan kantor pusat di Singapura. GAR juga dikenal sebagai perusahaan agrobisnis yang gencar menanamkan modalnya di berbagai perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pengolahannya.

Beberapa perusahaan Sinar Mas juga tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia. Antara lain, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID).

Kemudian, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSA), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), PT Smartfren Telecom Tbk (SMAR), PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Sekadar informasi, Sinar Mas berawal ketika almarhum Eka Tjipta Widjaja yang ketika itu masih bernama Oei Ek Tjhong, dan baru menjejak usia 15 tahun.

Kini sebagai sebuah brand, Sinar Mas menaungi sejumlah perusahaan dengan nilai korporasi dan sejarah yang sama, namun masing-masing dari mereka independen dengan manajemen tersendiri.

Perusahaan tadi, bergerak di sektor pulp dan kertas, agribisnis dan makanan, pengembang dan real estat, jasa keuangan, telekomunikasi dan data, serta energi dan infrastruktur. Belakangan, Sinar Mas juga memasuki pula ranah bisnis digital ventures. (*)

Baca Juga