Alim Markus, Sang Pionir yang Hasilkan 7.000 Jenis Produk Maspion
The Founder
Fahmi Abidin
Selasa, 11 Juni 2019 15:45 WIB
“Cintailah produk-produk Indonesia!”, Jargon tersebut sering muncul di televisi diserukan oleh Titiek Puspa dan seorang CEO bernama Alim Markus.
Alim Markus, Sang Pionir yang Hasilkan 7.000 Jenis Produk Maspion. (Foto: ist)

IDXChannel - “Cintailah produk-produk Indonesia!”, Jargon tersebut sering muncul di televisi diserukan oleh Titiek Puspa dan seorang laki-laki kecil berkacamata serta berambut putih. Pria yang tampak selalu tersenyum dalam tayangan komersial itu adalah Alim Markus, pengusaha kondang pemilik Maspion.

Alim Markus lahir di Surabaya 67 tahun lalu dengan nama Liem Boen Kwang. Pada 1965, Liem remaja tidak melanjutkan sekolahnya di SMP Chiauw Chung. Wataknya sebagai anak pertama tercermin ketika ia justru memilih membantu usaha ayahnya.

Ayah Liem, dengan nama Indonesia Alim Husin mendirikan bengkel perkakas rumah tangga sederhana UD Logam Djawa, sejak 1962 bersama rekannya. Alim terkenal karena keahliannya mereparasi lampu petromaks dan juga pompa air. Tak hanya itu, ia juga mampu membuat kompor, panci, ember, dan banyak lagi perkakas dapur lain.

Ketika orde baru berkuasa, pintu investasi asing mulai dibuka di Indonesia dan dunia usaha kian menggeliat. Liem usia 20 tahun melihat peluang ini dan mulai serius dalam melakoni dunia bisnis. Ia lantas mengajak ayahnya untuk melakukan rebranding.

Anak-Bapak itu memilih nama Jin Feng (Puncak Emas). Tak lama perusahaan itu dikenal dengan nama Mapioneer. Namun, tenyata ada perusahaan lain yang menggunakan merk dagang Pioneer dan mengajukan komplain.

Maspioneer berevolusi menjadi Maspion. Maspion sendiri merupakan kepanjangan dari kalimat Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional yang merupakan ide dari Liem alias Alim Markus. Di tahun itu juga 1971, Alim Markus diangkat oleh ayahnya menjadi Direktur Utama Maspion.

Sekitar 7.000 jenis alat rumah tangga Maspion dihasilkan. Untuk memperbesar usaha, Alim Markus menggandeng industri-industri besar seperti Komatsu, Marubeni, Sumitomo Metals, Kawasaki Steel, Satachi, Seven Seas Chemicals, Siam Cement bahkan Samsung.

Produk-produk Maspion tak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Australia, Eropa dan Timur-Tengah. Nilai ekspor Maspion tahun 1995 mencapai 100 juta dolar. Untuk kepentingan bisnis di luar negeri, sebuah kantor perwakilan didirikan di Toronto, Kanada. Sejak 1995, Alim Markus bahkan ditunjuk sebagai konsul kehormatan di Kanada.

Meski tak sekolah, Liem Boen Kwang mempelajari bahasa Inggris, Cina, Jepang juga akuntansi. Belakangan, ia juga belajar bahasa Jerman dan Korea. Selain itu, Liem alias Alim Markus pernah ikut kursus manajemen di Pan Pasific Management di Taiwan dan kursus singkat di sekolah bisnis National University of Singapore (NUS) Singapura.

Sebagai pengusaha, Alim Markus tentu dianggap sukses. Tak heran di zaman kepresidenan Abdurahman Wahid (Gus Dur), ia dijadikan anggota Dewan Pemulihan Ekonomi Nasional. Selain itu, ia juga sempat menjabat Wakil Ketua Kamar Dagang Industri daerah Jawa Timur. (*)

 

 

Baca Juga