Ini Alasan Kemenhub Minta Ojek Online Hentikan Diskon Tarif
Market News
Fahmi Abidin
Selasa, 11 Juni 2019 16:30 WIB
Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) No 348/2019 tentang tarif baru, Kemenhub tengah menggodok peraturan mengenai potongan tarif ojek online.
Ini Alasan Kemenhub Minta Ojek Online Hentikan Diskon Tarif. (Foto: Ist)

IDXChannel - Menyusul diberlakukannya Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) No 348/2019 tentang tarif baru, Mei kemarin, saat ini Kemenhub tengah menggodok peraturan mengenai potongan tarif ojek online.

Menurut Menhub Budi Karya Sumadi, terdapat dua jenis diskon, yakni secara langsung dan tidak langsung. Diskon yang banyak diberikan saat ini adalah yang tidak langsung, yakni melalui mitra dari penyedia layanan transportasi online. Aturan tersebut nanti akan menghapuskan diskon ini.

“Diskon seperti saya sampaikan bahwa yang namanya tarif online itu harus equilibrium, harus equality. Jadi dengan equals, maka kita minta tidak ada diskon-diskon,” tegas Budi saat ditemui di kantornya, Senin (10/6).

Budi menjelaskan, diskon hanyalah keuntungan sesaat, sedangkan efek jangka panjangnya bisa membentuk persaingan tidak sehat antar perusahaan penyedia layanan ini.

“Oleh karenanya, kita merancang satu peraturan atau surat edaran yang melarang diskon-diskon ini memang memberikan suatu keuntungan sesaat, tapi untuk long term saling membunuh itu yang kita ingin tidak terjadi,” jelasnya.

Di sisi lain, peraturan pemberlakuan tarif baru semenjak 1 Mei 2019 menuai berbagai kritikan. Selain dinilai memberatkan konsumen, kenaikan tarif pun dinilai tidak serta merta meningkatkan kesejahteraan pengemudi. Sebaliknya, kenaikan tarif ini justru berpotensi mengganggu ekonomi Indonesia. (*)

Baca Juga