Fokus Investasi Saham, Sopir Taksi Raup Untung Rp180 Juta
IDXTainment
Fahmi Abidin
Selasa, 16 Oktober 2018 16:45 WIB
Ketekunannya dalam mengikuti kelas-kelas trading dan teliti melihat perkembangan pasar membuatnya meraih untung besar dari investasi saham.
Aab, sopir grab bersama anaknya (foto: Ist)

IDXCHANNEL- Pria bernama Aab Abdullah ini bukan tanpa alasan menginvestasikan uangnya ke dalam saham. Ketekunannya dalam mengikuti kelas-kelas trading dan teliti melihat perkembangan pasar membuatnya meraih untung besar dari investasi saham.

Dengan modal awal Rp 3 juta yang ia investasikan, Aab kini telah menikmati keuntungan hingga Rp 180 juta. Berkat hal tersebut, Aab pernah didapuk penghargaan MOST Inspiring Customer 2016, sebuah penghargaan bagi nasabah Mandiri Sekuritas yang paling inspiratif dalam mengembangkan investasi di pasar modal.

Menurut Aab, yang sudah menjadi sopir taksi sejak 2011 dan rutin mangkal di kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Aab mengaku sering mendapat pesan yang berhubungan dengan saham. Salah satunya adalah keingin tahunya tentang saham lewat spanduk "Yuk Nabung Saham!" yang pernah ada di Gedung BEI.  

"Singkat cerita, saya ketemu tamu berikutnya, saya disarankan untuk datang ke event Yuk Nabung Saham," kata pria kelahiran 1967 itu. Dari situlah awal mula Aab menggali pengetahuan tentang pasar modal, sampai akhirnya ia memutuskan menanamkan saham di salah satu emiten BUMN.

Saat awal menjadi seorang investor, ia rajin mengikuti kelas-kelas trading. Satu pelajaran yang Aab bagikan adalah "Merah Tahan, Hijau Jual". Kunci bermain saham inilah yang menjadi pegangan Aab. Namun begitu, setiap permainan ada risikonya. Saham yang dibeli, karena performa perusahaan dan sentimen pasar, terus turun.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, harga saham yang dibeli kembali merangkak naik. "Keuntungan pertama Rp 300.000 dalam tiga minggu," ucap Aab.

Seiring bertambahnya pengetahuan, Aab menambah investasi untuk membeli beberapa saham lain, termasuk saham BUMD perbankan. Jeli melihat peluang, ia pun terus meraih untung hingga akhirnya ia bisa membeli mobil dan menjadi pengemudi berbasis aplikasi online.

Menurut Aab, seperti dikutip dari Kompas dan Sindonews, Aab menyarakan jika sudah memutuskan berinvestasi, ada baiknya menahan diri untuk segera mengambil keuntungan. "Kalau sudah kita berinvestasi, jangan cepat-cepat, perlu uang kita ambil. Itu repot, kalau udah investasi, sudah investasi saja," tandasnya.

Baca Juga