Ekspor Anggrek Meningkat, Tembus 51,9 Ton Sepanjang 2018
IDXTainment
Fahmi Abidin
Rabu, 12 Juni 2019 10:30 WIB
Tercatat, volume ekspor anggrek pada 2018 mencapai 51,9 ton dengan nilai Rp4,91 miliar. Angka tersebut naik 19,4 persen dari total ekspor 2017.
Ekspor Anggrek Meningkat, Tembus 51,9 Ton Sepanjang 2018. (Foto: Ist)

IDXChannel – Bidang agribisnis di Indonesia memiliki potensi menjajikan melalui tanaman anggrek. Pangsa pasarnya terbentang dari Asia Tenggara hingga Eropa. Tercatat, volume ekspor anggrek pada 2018 mencapai 51,9 ton dengan nilai Rp4,91 miliar. Angka tersebut naik 19,4 persen dari total ekspor 2017.

Mengacu pada hasil riset Outlook Anggrek 2015, perkembangan produksi anggrek di Indonesia terus mengalami tren positif. Sejak tahun1997 hingga 2014 produksi cenderung naik, dengan rata-rata pertumbuhan 10,67%.

Sedangkan pada 1997, produksi hanya 6,50 juta tangkai, sedangkan di 2014 telah mencapai 19,74 juta tangkai.

Anggrek dikenal sebagai tumbuhan dengan ragam terbesar di dunia mencapai 10 ribu spesies. Famili Orchidaceae ini dikenal sebagai tanaman eksklusif baik dikalangan botanis maupun masyarakat secara umum.

Karakteristik tanaman yang unik serta didukung bentuknya yang eksotis dan indah menjadikan tanaman yang umumnya tumbuh secara epifit ini sebagai salah satu komoditi tanaman hias yang menarik.

Bagi kalian yang gemar menikmati keindahan Anggrek, tak perlu lagi jauh-jauh ke luar negeri. Selama ini publik cenderung menganggap Thailand dan Taiwan sebagai surganya anggrek. Padahal, Indonesia juga memiliki pusat budidaya Anggrek yang tak kalah hebat di Cikampek Pusaka, Karawang, Jawa Barat.

Seperti dikutip dari Instagram Kementerian Pertanian, Rabu (12/6), di sana terdapat tempat pembibitan atau perbenihan beragam jenis anggrek lokal, antara lain anggrek bulan, anggrek hitam,  anggrek sendok, anggrek kerlip, anggrek jamrud, anggrek phaleonopsis, dendrobium, vanda douglas, oncidium dan masih banyak lagi.

Indonesia telah dikenal dunia sebagai pusat keanekaragaman genetik anggrek terbesar di dunia. Seperlima dari total plasma nutfah anggrek dunia berada di Indonesia, termasuk beberapa jenis anggrek lokal yang sudah tergolong langka. Jadi sudah sepatutnya pengelolaan dan pemanfaatan Anggrek dilakukan semaksimal mungkin. (*)

Baca Juga